Iman Uskup Agung Kenosis Mgr Gabriel Manek SVD benar-benar menjadi taruhan. Secara manusiawi, tentu ia bingung oleh karena dipaksa untuk mengikuti suara hati fitnahan tersebut. Walau dalam perspektif iman, Uskup Kenosis itu membiarkan dirinya, tanpa sepatah kata pembelaan untuk mengatakan ‘ya’ agar setuju; dan ‘tidak’ untuk menegur kelompok yang memiliki hobi ‘menyebarkan isu’ seenaknya. Struktur sosial taat buta oleh karena tunduk pada fitnah dan membela serta mengagung-agungkan yang salah!

Antropologi ‘tekanan’, apakah fisik atau lebih dalam dari itu, kiranya dapat dijadikan jurus refleksi baru, untuk memahami sikap iman perkasa, yang telah dijahit sendiri oleh Uskup Agung Kenosis, yang akhirnya kini terbukti dengan ‘jenasahnya yang masih utuh’ justru sampai pada detik ini! Kondisi hari ini sebetulnya telah diantisipasi oleh sikap spiritual orang-orang Indian Mexico, yang dengan sukacita menerima Uskup Manek ketika terlunta-lunta meratapi diri di ruang yang seakan tidak bertuan: ia dibuang, dan siapa yang peduli, …. kelompok orang miskin dan terlantar di Amerika itu dengan penuh gembira menerimanya sebagai ‘pemimpin besar’ mereka (Suku Indian).