7. Pengelolaan BUMDes terutama pada dana operasional sebesar Rp75 Juta yang tidak jelas, serta pengerjaan rabat beton di Desa Paralando tidak sesuai volume. Volume pengerjaanya kurang lebih 150 meter. Tetapi yang dibuat tidak sampai 150 meter. Ada dana perbaikan tapi tak dibuat.

8. Dugaan korupsi pembangunan jalan tani dari Dusun Langkas menuju Desa Toe dengan pagu Dana Desa sebesar Rp483 Juta tetapi yang dibuat hanya sekitar 2 kilometer.

9. Dana olahraga dan bencana alam yang nyaris tidak pernah dirasakan warga. Bahkan ada beberapa dana yang dipakai oleh pihak desa diduga tidak ada pertanggung jawaban kepada masyarakat saat musyawarah.

10. Ada dugaan nepotisme di Desa Paralando, diantaranya Kades dan Sekretarisnya diduga sewenang-wenang menggantikan kader Posyandu dengan keluarganya.

Sebelumnya, warga sudah melaporkan dugaan korupsi itu ke Badan Pengawas Desa (BPD) dan pihak Desa, namun laporan itu tidak ditindaklanjuti, sehingga belum menemui titik solusinya. Kades malah berdalih dan menyerahkan kasus itu kepada bendahara desa.