Modus korupsi pengerjaan proyek itu terlihat saat pemerintah Desa Paralando secara sengaja memerintahkan para pekerja mengambil pasir laut dan batu karang untuk membuat tanggul yang volume pengerjaanya tidak mencapai target.

Karena volume pengerjaannya 250 meter, tetapi yang dibuat tidak sampai. Begitu pun dengan RAB, di mana materialnya harus diambil dari Ibu Kota Kecamatan Reok bukan ambil pasir laut dan batu karang. Sehingga diduga Kades mengambil keuntungan material yang tertuang dalam RAB.

3. Pengerjaan tanggul di Dusun Piso tahun 2017 selama dua tahap. Tahap awal dengan volume 188 lari, sedangkan tahap kedua volume hanya 75 meter lari. Pengerjaan itu dibuat dengan menggunakan pasir laut, padahal pagu anggarannya mencapai Rp459 Juta bersumber dari DD.

Pengerjaan tanggul diduga sama sekali tidak sesuai dengan RAB, sebab material yang tertuang dalam RAB jauh berbeda dengan material yang digunakan pada saat pengerjaan. Tak hanya itu, pengerjaan tanggul di Dusun Langkas juga diduga sarat korupsi.

3. Pembangunan rumah swadaya sebanyak 10 unit per tahun dengan anggaran Rp 15 Juta per penerima manfaat. Tetapi dalam pengadaan bahan untuk rumah swadaya tersebut tidak sampai Rp15 Juta. Bahkan ada penerima yang tidak dapat.

Dalam bantuan rumah swadaya itu diduga ada perangkat desa yang juga dapat hingga berkali-kali. Beberapa bantuan lain pun juga diduga dibagi ke perangkat desa.

4. Program perluasan jaringan air minum milik proyek PPIP di Dusun Piso, Langkas dan Ojang. Program tersebut tidak terlaksana dengan baik. Sambungan pipa tidak sampai ke sasaran dan sekarang sudah terlihat rusak. Kades juga diduga secara sengaja memotong jalur utama aliran air demi kepentingan dirinya dan keluarga.

5. Proyek Pamsimas pembangunan bak air yang dikelola oleh Desa Paralando pun tidak terealisasi dengan baik. Selain itu pembangunan drainase di Dusun Piso yang tidak ada asas manfaatnya, karena sumber airnya tidak ada.

6. Pembangunan Polindes di Dusun Piso dengan anggaran Rp121 Juta. Pembangunan itu terkesan dibuat asal jadi. Anggarannya diduga sengaja dihematkan, mulai dari pembelanjaan material sampai pada pengerjaan fisik.