Langkah ini ditempuh karena pertimbangan pragmatis untuk mengatasi kekurangan sarjana teknik yang sangat dibutuhkan di sektor industri dan jasa sebagai tiang penyangga perekonomian Indonesia. Bidang ilmu sosial-humaniora tetap sangat penting, bahkan sentral dalam konteks pembangunan nasional.

Para lulusan dan ilmuwan bidang ilmu sosial-humaniora sungguh diperlukan. Mereka memiliki kredensial akademik dan pengetahuan yang sangat baik untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Keberadaan para ilmuwan sosial-humaniora selalu merujuk pada tuntutan dan kebutuhan ilmiah. Pertama, mereka mampu melakukan penelitian empiris dan kajian ilmiah, seperti policy research untuk memetakan masalah-masalah, serta menghimpun isu-isu strategis dan kebijakan yang perlu diakomodasi dalam menangani masalah-masalah krusial perencanaan pembangunan. Kedua, mereka memiliki kemampuan menganalisis dampak negatif pembangunan sekaligus menghadirkan kebijakannya untuk dapat dihilangkan atau diminimalisasi.

Sesungguhnya bidang ilmu sosial-humaniora juga sangat penting dalam menghasilkan para ilmuwan sosial-humaniora yang berperan memberi peta jalan pembangunan dengan kebermanfaatannya langsung dirasakan oleh masyarakat.

Jadi, semua bidang ilmu di perguruan tinggi penting bagi pemberdayaan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Khususnya bidang ilmu sains-keteknikan dan sosial-humaniora sama-sama mutlak berkontribusi menurut porsi masing-masing dalam pembangunan nasional; mengingat dimensi pembangunan sangat luas dengan masalah yang sangat kompleks.