Prinsipnya, perguruan tinggi memberikan layanan pendidikan bagi kaum muda produktif dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui riset yang melahirkan invensi dan inovasi. Peran sentral ini erat hubungannya dengan pembangunan dalam berbagai bidang kehidupan. Keberhasilan pembangunan bangsa ditentukan oleh penduduk berpengetahuan dan berpendidikan tinggi, memiliki keterampilan teknis, serta menguasai teknologi.
Perguruan tinggi dituntut melahirkan SDM berkualitas yang menguasai bidang ilmu tertentu untuk mendukung pembangunan bangsa. Artinya, dunia pasar membutuhkan tenaga kerja terdidik lulusan perguruan tinggi menurut bidang ilmu yang relevan guna menopang pembangunan di sektor industri manufaktur, infrastruktur, dan jasa yang kian dominan.
Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (https://pddikti.kemdikbud.go.id/) menampilkan pengembangan program studi bidang sains-keteknikan di perguruan tinggi justru tidak seimbang dengan tren kebutuhan dan perkembangan industri-jasa. Program studi bidang sains-keteknikan yang dikembangkan di perguruan tinggi lebih sedikit dibanding program studi bidang sosial-humaniora. Jumlah program studi di Indonesia berdasarkan bidang ilmu: Agama 1.788, Humaniora 737, Sosial 4.318, MIPA 1.126, Seni 399, Kesehatan 3.640, Teknik 5.106, Pertanian 1.862, Ekonomi 3.448, dan Pendidikan 6.127. Jumlah mahasiswa berdasarkan bidangilmu: Agama 205.579, Humaniora 128.944, Sosial 1.058.304, MIPA 196.743, Seni 50.563, Kesehatan 532.935, Teknik 1.024.231, Pertanian 313.169, Ekonomi 1.146.430, dan Pendidikan 1.371.105.



Tinggalkan Balasan