Tapi janganlah kita lupa, hubungan kita dengan virus corona bukanlah simbiosis mutualisme. Kita para manusia sudah dirugikan sejak Maret 2020 lalu. Apakah sebaiknya kita menuntut balasan? Bagaimana mungkin, lawan kita seperti musuh di film Invisible Man. Tak terlihat namun mematikan. Mengingat para kontingen dan para staff akan diutus dari provinsi masing-masing, tentunya tidak ada niat untuk menambah kluster baru. Yang ada virus corona akan semakin merasa menang jika tidak dilawan. Oleh karena itu, kewajiban mematuhi protokol kesehatan tetap dilakukan. Walau para kontingen butuh menghirup lebih banyak udara tanpa disaring masker. Memang saat ini kebebasan bernafas kita sedang direnggut oleh setan mikroskop itu. Entah kapan dia pergi. Ketika datangpun taka da yang membukakan pintu.
Selain kewajiban menaati protokol kesehatan, keamanan semua pihak yang terlibat dalam Pekan Olahraga Papua XX juga diperkuat dengan penyuntikan vaksin beberapa bulan sebelum kegiatan berlangsung. Sehingga perlindungan 3 M dari luar akan dibantu dengan pertahanan vaksin di dalam tubuh. Walau vaksin tidak sanggup mengusir virus corona keluar dari pribumi, setidaknya berusaha untuk melawan sudah lebih dari cukup.



Tinggalkan Balasan