Namun, penulis tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua. Bisa saja hal ini terjadi karena perlakuan diskriminasi dan rasis yang mereka rasakan ketika berada di rantauan atau bahkan di daerah mereka sendiri. Poin di paragraph ini sebenarnya mengenai apakah sikap kita terhadap perbedaan sudah termasuk dalam sikap menghargai atau tidak? Jika tidak, lakukan itu sekarang.
Andai KKB sikap KKB yang pantang menyerah merupakan suatu hal yang positif, negara pasti merasa terbantu. Namun sayang. Kita tidak punya mesin waktu untuk memperbaiki dari awal. Tetapi bisa memperbaiki pola pikir generasi muda agar tidak mudah memelihara racun yang juga perlahan membunuh diri sendiri. Pelaksanaan PON PAPUA XX menggambarkan bentuk kepercayaan pemerintah kepada masyarakat Papua untuk memperkuat tali persatuan antarsaudara sebangsa yang mengutamakan perlombaan kompetitif namun tetap sportif. Mengangkat moto “Torang Bisa” yang bukan sekedar kata. Tetapi juga memiliki makna. Penulis percaya bahwa setiap kata memiliki misteri yang tak dapat dihentikan pencariannya dengan kata paham. Terror KKB memang tak bisa dikendalikan, namun kita harus percaya pasti tetap ada jalan keluar.
Torang bisa! PON Papua XX tanpa ancaman KKB. (*)







Tinggalkan Balasan