Oleh : Honing Alvianto Bana
Burung berkicau pagi hari. Tawa terpingkal menghibur diri. Perbincangan dilakukan tanpa substansi. Yang ada hanya upaya untuk menghias pagi hari.
Ada yang indah ketika kita tidak lagi berfokus pada substansi. Ada yang indah ketika kita merayakan apa yang tampak, tanpa berpikir tentang esensi. Beberapa orang bilang itu pertanda krisis. Beberapa orang lainnya bilang, itu tanda kelahiran gaya hidup baru. Gaya hidup yang merayakan kedangkalan.
Yang tampak
Berabad-abad orang mencari esensi. Yang mereka temukan adalah abstraksi konseptual. Para filsuf mencari hakiki. Para ilmuwan mencari hukum-hukum abadi.
Kini semua itu terlupakan. Yang lahir adalah modifikasi apa yang di permukaan. Orang lupa akan esensi. Orang lupa akan hukum-hukum abadi.
Di Indonesia, banyak orang alergi dengan esensi. Orang anti dengan kedalaman. Yang dirayakan adalah apa yang tampak. Yang diagungkan adalah permukaan.
Pola berpikir mendalam dianggap sebagai elitis. Semuanya digampangkan. Tradisi lenyap ditelan keadaan. Orang-orang tua berteriak tentang akhir zaman.



Tinggalkan Balasan