Oleh: Yohanes Abrianto Loni

Eksistensi kaum muda harus dilihat sebagai komponen yang terus memberi corak perubahan masa kini dan masa depan. Kaum muda dengan segala semangat dan potensi yang mereka alami menunjukan kepada lingkungan masyarakat bahwa mereka mampu melakukan sesuatu untuk kepentingan bersama dengan cara mereka sendiri. Namun, masyarakat pada umumnya mengangap dan menempatkan orang muda sebagai ‘generasi masa depan’ dan generasi penerus’, sehingga mereka dianggap belum layak untuk berperan ‘pada saat ini atau kini’. Mereka baru pada tahap ‘ disiapkan untuk berperan nanti’. Dengan itu, mereka menolak anggapan umum masyarakat yang menempatkan mereka sebagai ‘generasi penerus’. Ini suatu pertanda bahwa mereka mendambakan tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuan mereka dalam partisipasi hidup menggereja, berorganisasi dan bermasyarakat. Mereka tidak mau dan tidak boleh dianggap sebagai ‘pembantu’ yang tinggal melaksanakan gagasan generasi pendahulu. Mereka mau dilibatkan dalam seluruh proses, mulai dari menggagas, merencanakan, melaksankan dan mengevaluasi suatu perubahan sosial.