Nama julukan ini bukan tidak mengandung kebenaran. Kebenaran tersebut akan sangat bergantung pada diri setiap pemuda menghayati secara penuh tugas, peran dan tanggung jawabnya seturut julukan yang disematkan kepada mereka maka akan terwujud suatu integritas dalam diri setiap pemuda. Berbagai julukan yang disematkan menurut relasi serta  pemaknaan yang berdampak positif. (Bdk. F. Musgrove, Youth and The Social Order, ed. W.J.H. Sportt (New York: The Humanites Press, 1964), hlm.127. Oleh karena itu, berbagai tindakan berikut dapat diupayakan menjunjung efisiensi eksistensi kaum muda dalam negara.

Sebagai kaum muda harus membuka diri dan menjadi pribadi yang berkualitas. Persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat harus menjadi suatu cara pandang baru bagi kaum muda untuk melakukan perubahan sosial. Menjadi kaum muda intelektual populis berarti menjadi seorang yang mau mengakat kehidupan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Cara-cara yang ditempuh adalah pertama, mengembangkan kerohaniaan, pengetahuan serta kejasmanian serta ahli yang pancasialis dan Katolik serta patriotik. Kedua, turut setra menyempurnakan kehidupan masyarakat Indonesia demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berlandaskan Pancasila. Selamat Memperingti Hari Lahirnya Sumpah Pemuda yang ke-93. (*)