Merespons potensi kehancuran ekologis ini, WALHI NTT menuntut adanya jaminan perlindungan penuh terhadap bentang alam bawah laut dan wilayah tangkap nelayan tradisional. 

Pihaknya mendesak agar segera dilakukan audit lingkungan independen guna memetakan potensi kerugian ekologis dan sosial-ekonomi yang harus ditanggung oleh ekosistem dan masyarakat lokal akibat kehadiran proyek PT Atlas Samudera Perkasa tersebut. (agn)