KUPANG, KN – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada tahun 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur bersiap menggelar aksi nyata untuk menyokong perekonomian daerah.
Institusi kepolisian ini akan menyelenggarakan festival komersial berupa Bazar UMKM dan Pasar Murah yang dirancang khusus untuk mendongkrak omzet para pelaku usaha lokal sekaligus meringankan beban belanja logistik harian warga.
Rangkaian pesta rakyat yang sarat akan misi sosial ekonomi ini bakal dipusatkan di Lapangan Bhayangkara Polda NTT.
Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis panitia, pergelaran ini akan berlangsung selama tiga hari penuh, terhitung mulai tanggal 3 hingga 5 Juli 2026 mendatang.
Untuk menyukseskan agenda tersebut, pihak kepolisian menggandeng puluhan pegiat usaha mikro, stan dari kepolisian resor jajaran, hingga jaringan distributor sembako berskala besar.
Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari perayaan besar Korps Bhayangkara yang dikemas sedemikian rupa agar efek positifnya langsung menyentuh dapur dan kantong masyarakat umum.
Secara teknis, perhelatan ini nantinya diramaikan oleh utusan dari 21 stan perwakilan Polres jajaran, 30 tenda pelaku UMKM mandiri, serta stan-stan interaktif dari internal Satuan Kerja (Satker) Polda NTT yang siap memamerkan komoditas unggulan masing-masing daerah.
“Hari Bhayangkara bukan hanya momentum refleksi pengabdian Polri, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan masyarakat. Melalui bazar UMKM dan pasar murah ini, kami ingin membantu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. saat memaparkan esensi kegiatan, Senin (22/6).
Pada klaster industri kreatif dan pangan, para pengunjung nantinya akan disuguhi aneka produk otentik berbasis kearifan lokal Nusa Tenggara Timur.
Mulai dari lembaran kain tenun ikat yang bernilai seni tinggi, aneka cinderamata kerajinan tangan, hingga stan kuliner tradisional yang menyajikan jajanan khas Flobamorata yang menjadi representasi identitas kebudayaan daerah.



Tinggalkan Balasan