Secara teknis, perhelatan ini nantinya diramaikan oleh utusan dari 21 stan perwakilan Polres jajaran, 30 tenda pelaku UMKM mandiri, serta stan-stan interaktif dari internal Satuan Kerja (Satker) Polda NTT yang siap memamerkan komoditas unggulan masing-masing daerah.

“Hari Bhayangkara bukan hanya momentum refleksi pengabdian Polri, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan masyarakat. Melalui bazar UMKM dan pasar murah ini, kami ingin membantu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. saat memaparkan esensi kegiatan, Senin (22/6).

Pada klaster industri kreatif dan pangan, para pengunjung nantinya akan disuguhi aneka produk otentik berbasis kearifan lokal Nusa Tenggara Timur. 

Mulai dari lembaran kain tenun ikat yang bernilai seni tinggi, aneka cinderamata kerajinan tangan, hingga stan kuliner tradisional yang menyajikan jajanan khas Flobamorata yang menjadi representasi identitas kebudayaan daerah.