Kalau sekolah menjadi pelaksana utama, gubernur pun sebenarnya akan jauh lebih mudah mengendalikan program ini. Instrumen pengawasannya sudah ada, yaitu jurnal harian yang diisi murid, refleksi orang tua, serta laporan guru. Dari sana akan terlihat sekolah mana yang konsisten, keluarga mana yang aktif mendampingi anak, dan kebiasaan apa yang mulai tumbuh.

Penutup

Kini, ketika libur sekolah tiba, saya justru melihatnya sebagai ruang refleksi. Ruang bagi murid untuk tetap belajar dengan cara yang menyenangkan. Ruang bagi orang tua untuk kembali menemukan perannya sebagai pendidik pertama dan utama. Ruang bagi guru untuk menyiapkan strategi pembelajaran yang lebih baik ketika tahun ajaran baru dimulai.

Perhatian Gubernur Melki terhadap dunia pendidikan akan menemukan maknanya apabila dijawab dengan kesungguhan oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pergub tentang Jam Belajar Masyarakat tidak akan hidup hanya karena ditandatangani gubernur. Pergub itu akan hidup ketika guru mengawalnya di sekolah, orang tua mendampinginya di rumah, dan masyarakat menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak-anak untuk belajar.