Demikian pula Maria Montessori yang percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang apabila diberi ruang berkarya sesuai minat dan kemampuannya. Sementara Ki Hadjar Dewantara sejak lama mengajarkan bahwa tugas pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Sejarah mencatat bahwa hampir semua bangsa besar lahir dari para pemimpin yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Lee Kuan Yew membangun Singapura dengan investasi besar pada pendidikan dan sumber daya manusia. Nelson Mandela menyebut pendidikan sebagai senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Di Indonesia, Ki Hadjar Dewantara meletakkan pendidikan sebagai fondasi kemerdekaan bangsa.
Karena itu, ketika Melki Laka Lena menjadikan pendidikan sebagai salah satu agenda utama kepemimpinannya di NTT, sesungguhnya ia sedang mengambil peran yang sangat strategis. Di tengah berbagai persoalan pendidikan NTT mulai dari kualitas pembelajaran, budaya literasi, hingga pemerataan mutu, keberpihakan seorang kepala daerah terhadap pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.







Tinggalkan Balasan