KUPANG, KN — Tatapan antusias ratusan pemuda, pelajar, dan anak-anak memenuhi area panggung utama Event Budaya Kelurahan Liliba pada Rabu sore (12/8). 

Mengenakan beragam busana adat khas etnis Timor dari kawasan Helong, Semau, hingga Malaka dan Belu, para generasi muda tampak bangga memamerkan identitas daerahnya. 

Pemandangan ini menjadi simbol kuatnya regenerasi kebudayaan di tengah gempuran arus modernisasi dan media sosial.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, memanfaatkan momentum Pesta Rakyat Kelurahan Liliba untuk memberikan pesan mendalam bagi para orang tua dan generasi muda terkait pentingnya menjaga akar budaya bangsa.

Dalam pandangannya, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan penanaman karakter dan nilai-nilai kearifan lokal agar para pemuda tidak kehilangan arah.

Kepada generasi muda Liliba, teruslah maju, teruslah berkreasi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Budaya bukan sesuatu yang harus kita simpan di masa lalu. Budaya harus kita hidupkan, kita kembangkan, dan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Serena di hadapan warga yang hadir.

Serena juga secara khusus mengingatkan para pemuda untuk menggunakan media sosial secara bijak dan sehat, serta menghindari perilaku negatif seperti perundungan (bullying) yang dapat merusak persatuan.

Sementara itu, Ketua Panitia Maria Jeane Salem menegaskan bahwa pergelaran seni yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 Agustus ini dirancang untuk mempererat rasa persaudaraan antar-RT serta memelihara kerukunan dalam keberagaman etnis di Kota Kupang.

Rangkaian acara yang diawali dengan lomba kebersihan lingkungan antar-RT tersebut ditutup dengan sesi foto bersama, di mana Wawali Serena bersama Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja dan para tokoh adat membentuk simbol hati dengan tangan bersama warga, menciptakan suasana penuh sukacita dan kebersamaan. (agn)