Korban menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan karena hilangnya rekaman hanya terjadi pada waktu yang bertepatan dengan insiden yang dilaporkannya.
“Saya sebagai korban sangat tidak menerima. Kenapa justru rekaman pada tanggal kejadian yang tidak ada, sementara tanggal sebelum dan sesudahnya masih tersedia,” katanya.
Sementara itu, salah satu staf Hotel Aston Kupang, Marla, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari E pada malam kejadian.
Menurut Marla, saat melapor, E tampak dalam kondisi takut dan menyampaikan bahwa dirinya merasa diintip ketika sedang mandi setelah berolahraga.
“Saya menanyakan apakah ibu melihat langsung pelakunya, tetapi beliau mengatakan hanya melihat bayangan dan tidak melihat secara jelas siapa orangnya,” kata Marla.
Ia menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, dirinya langsung berkoordinasi dengan petugas keamanan untuk melakukan pengecekan dan tindak
Marla juga mengaku telah meminta bantuan petugas housekeeping yang saat itu bertugas di sekitar area kolam renang dan gym untuk mencari informasi tambahan terkait kejadian tersebut.





Tinggalkan Balasan