“Saya berharap pihak hotel dan petugas keamanan segera naik ke atas untuk mengamankan orang yang diduga pelaku, termasuk mengamankan telepon genggamnya jika memang ada rekaman yang diambil. Setelah itu saya siap menempuh proses hukum,” katanya.
Namun, menurut E, harapan tersebut tidak dilakukan oleh pihak hotel. Ia mengaku hanya diminta menunggu sambil petugas memeriksa rekaman CCTV.
“Saya menunggu sampai sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu saya diberitahu bahwa petugas yang bertanggung jawab tidak bisa datang karena sudah pulang,” ujarnya.
Keesokan harinya, E kembali mendatangi hotel dan meminta bertemu dengan pihak yang menerima laporannya.
Namun, ia mengaku diarahkan untuk bertemu dengan manajer lain bernama Toni bersama petugas keamanan dan staf pemantau CCTV.
Saat melakukan pengecekan, E mengaku menemukan kejanggalan pada rekaman CCTV. Menurutnya, rekaman pada tanggal kejadian justru tidak tersedia.
“Saya sempat melihat monitor CCTV. Rekaman tanggal 1 masih ada, begitu juga tanggal-tanggal sebelumnya. Bahkan rekaman tanggal 3 juga ada. Tetapi khusus tanggal 2 saat kejadian, rekamannya tidak ada sama sekali,” tutur E.





Tinggalkan Balasan