KUPANG, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan peninjauan ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi NTT yang berlokasi di Kompleks NTT Fair Lasiana, Kota Kupang pada Jumat (31/7). Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur mendampingi secara langsung Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier.
Suasana peninjauan di dalam ruang operasional BPBD berlangsung tertib, fokus, dan penuh kehangatan diplomatis.
Rombongan yang dipimpin Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Dubes Roderick Brazier—yang tampil anggun mengenakan kemeja biru muda dipadu kain selempang tenun ikat khas NTT—mendapatkan pemaparan detail mengenai mekanisme pemantauan kondisi kebencanaan.
Di hadapan deretan komputer dan layar proyektor yang menampilkan slide Profil Risiko Bencana Provinsi NTT, suasana diskusi berjalan interaktif saat rombongan mencermati peta kerentanan wilayah.
Pemaparan tersebut memperlihatkan data krusial, di mana tercatat ada 786 kejadian bencana dalam 20 tahun terakhir di NTT dengan 13 dari 14 jenis ancaman bencana masuk kategori risiko tinggi.
Selain itu, dipaparkan pula potensi kerugian ekonomi akibat bencana yang diperkirakan mencapai Rp30,45 triliun, serta sekitar 4,2 juta jiwa warga yang terpapar risiko bencana gempa bumi di seluruh wilayah provinsi.
Ruang operasional tersebut merupakan pusat kesiapsiagaan yang beroperasi penuh selama 24 jam untuk memantau berbagai potensi ancaman bencana alam secara real-time, mulai dari aktivitas gunung api, gempa bumi, cuaca ekstrem, hingga sebaran abu vulkanik saat terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Dari ruang ini pula, berbagai keputusan strategis dan penanganan darurat dirumuskan demi keselamatan warga.
Sesi peninjauan tersebut diakhiri dengan keterangan pers di hadapan awak media. Mengenakan kemeja biru khas dinas gubernur, Melki Laka Lena menegaskan prinsip dasar penanganan bencana di NTT.
“Bencana memang tidak bisa kita hentikan. Tapi kita bisa memastikan tidak ada nyawa yang terlambat diselamatkan,” tegas Melki Laka Lena.



Tinggalkan Balasan