“Kami memprioritaskan kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan warga. Pemkot akan terus mengawal komunikasi dengan pusat agar semuanya lancar,” ujar Christian. Ia juga menjamin urusan lahan dan administrasi akan beres tepat waktu demi kelancaran proyek, yang ia sebut sebagai fondasi ekonomi warga.

Merespons hal itu, Kepala BPJN NTT, Janto, menyatakan bahwa penentuan proyek sepenuhnya merujuk pada usulan daerah karena pemda yang paling paham situasi di lapangan. Janto menambahkan, program tahun 2026 ini menganut prinsip tuntas dalam setahun anggaran dan melanjutkan koridor jalan yang sudah ada.

Ia mengingatkan agar Pemkot Kupang segera merampungkan isu sosial dan legalitas tanah sebelum proyek ditargetkan berjalan pada Agustus nanti. Menariknya, proyek IJD tahun ini bakal mengoptimalkan teknologi aspal buton sesuai arahan nasional. (agn)