KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang bergerak cepat merespons keluhan infrastruktur warga. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menggelar pertemuan strategis dengan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah NTT, Janto, di ruang kerjanya pada Selasa (2/6). Agenda utama pertemuan ini adalah mendesak percepatan perbaikan jalan dan saluran air (drainase) yang mendesak bagi masyarakat setempat.
Langkah ini memanfaatkan peluang pembiayaan dari Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tahun anggaran 2026. Dalam kesempatan itu, dr. Christian didampingi oleh jajaran kepala dinas terkait, termasuk Kepala Dinas PUPR Maxi N. Dethan, Kepala BPKAD Jackson Jimmy A. Tunliu, dan Plt. Kepala Dinas PRKP Matheus B.L. Radjah.
Pemkot Kupang secara resmi mengajukan pembenahan untuk enam titik jalan rusak. dr. Christian memastikan seluruh berkas administrasi sudah lolos verifikasi sistem Criteria for Technical Acceptance (CTA). Tidak hanya jalan, pengajuan juga mencakup penataan saluran air kota serta bantuan relokasi warga yang areanya terdampak proyek.
“Kami memprioritaskan kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan warga. Pemkot akan terus mengawal komunikasi dengan pusat agar semuanya lancar,” ujar Christian. Ia juga menjamin urusan lahan dan administrasi akan beres tepat waktu demi kelancaran proyek, yang ia sebut sebagai fondasi ekonomi warga.
Merespons hal itu, Kepala BPJN NTT, Janto, menyatakan bahwa penentuan proyek sepenuhnya merujuk pada usulan daerah karena pemda yang paling paham situasi di lapangan. Janto menambahkan, program tahun 2026 ini menganut prinsip tuntas dalam setahun anggaran dan melanjutkan koridor jalan yang sudah ada.
Ia mengingatkan agar Pemkot Kupang segera merampungkan isu sosial dan legalitas tanah sebelum proyek ditargetkan berjalan pada Agustus nanti. Menariknya, proyek IJD tahun ini bakal mengoptimalkan teknologi aspal buton sesuai arahan nasional. (agn)





Tinggalkan Balasan