Menurut Saifullah, program tersebut tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peningkatan kepercayaan diri siswa yang selama ini hidup dalam berbagai keterbatasan.

“Mereka datang dengan banyak keterbatasan, kurang percaya diri, masalah kesehatan, anemia, kekurangan gizi. Sekarang mereka lebih percaya diri dan optimistis menghadapi masa depan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Saifullah juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif di seluruh Sekolah Rakyat.

Ia memastikan tidak akan ada toleransi terhadap praktik perundungan (bullying), kekerasan fisik, kekerasan seksual, maupun tindakan intoleransi.

“Kalau ada pelaku bullying, intoleransi, atau kekerasan seksual, langsung diberhentikan. Tidak ada toleransi,” tegasnya. (ocp/ab)