“Saya kejar merka sampai dimanapun, karena mereka tidak ada hak imunitas. Kalau pribadi sebagai pengurus, tidak ada hak imunitas,” tegasnya.
Ketua Pengprov TI NTT menyampaikan, dirinya akan berada di garda terdepan untuk membela TPP, yang menjadi korban dari laporan polisi oleh sebagian pengurus TI NTT.
“Pasti ada laporan baru. Korbannya Pak Ivan ada. Jadi saya akan berada di belakang untuk mendukung proses hukum yang baru ini,” ungkapnya.
Fransisco menjelaskan, seharusnya siapapun yang ingin mencalonkan diri, langsung datang dan mengikuti semua proses yang ditetapkan TPP.
“Dugaan saya, karena sudah tahu kalah, datang daftar pun tidak akan cukup, karena ada kuota 30 persen syarat dari PBTI. Tapi itu ranahnya TPP, biar clear,” jelasnya.
Sebagai Ketua Pengprov TI NTT, Fransisco menyatakan dukungannya, dan siap menghadiri panggilan dari pihak Polda NTT.
“Kami siap diperiksa. Tapi ingat, saya akan kejar kalian. Ini kan ada design. Sudah tahu kalah, lalu lapor polisi,” pungkas Fransisco. (*)





Tinggalkan Balasan