Kalabahi, KN – Proyek pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Tahun 2025 di Desa Alumang, Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor, yang dikerjakan pihak ketiga atas nama Muklis, hingga Maret 2026 belum juga terpasang. Padahal anggaran sebesar Rp152,85 juta dari dana desa telah dicairkan 100 persen.

Warga setempat melaporkan, tujuh unit lampu PJU senilai Rp152.850.000 belum ada di lokasi hingga tanggal 23 Maret 2026.

Camat Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor, Juletselem Obisuru, membenarkan jika proyek PJU yang dikerjakan pihak ketiga atas nama Muklis belum terpasang.

“Lampu PJU belum juga terpasang karena barang baru dikirim via ekspedisi. Kita tunggu cuaca membaik untuk pemasangan,” kata Obisuru, Selasa 24 Maret 2026.

Dia menyebut, progres keuangan sudah dicairkan 100 persen, namun realisasi fisik PJU masih tertunda. Pencairan dilakukan akhir 2025 tetapi diblokir di bank untuk menunggu progres fisik.

“Saya komunikasi dengan kepala desa agar lampu PJU dipasang secepatnya, namun saat ini terkendala cuaca buruk,” katanya.

Beberapa proyek dana desa lain yang dikerjakan Muklis juga bermasalah, misalnya pengadaan pipa Tahun 2025 di Desa Muriabang. Kejari Alor diminta menindaklanjuti fakta lapangan itu.

Kepala Desa Alumang, Pestus Lily, juga menyebut lampu baru di drop satu pekan lalu, sehingga pemasangan belum bisa dilakukan.

Warga Amirudin Leki turut mengatakan lampu PJU yang dikerjakan Muklis hingga kini belum juga terpasang di lokasi.

“Belum masuk, belum masuk. Bapak Camat juga beberapa hari lalu bilang belum masuk,” kata Amirudin lewat pesan WhatsApp.

Diketahui, Nilai kontrak Muklis sesuai SPK mencapai Rp152.850.000 dengan harga per unit PJU sekitar Rp21,8 juta dan berakhir 31 Desember 2025.

Sumber pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Alor menyebut, Muklis sering bermasalah, baik barang yang kurang volume maupun keterlambatan.

UD Tetap Jaya Lebih Profesional

Berbeda dengan Muklis, kerja sama desa dengan UD. Tetap Jaya, milik Maria Bernadeta Yuni, dinilai lebih profesional.