“Kita berjuang bersama. Polemik hari ini, tidak terpisahkan dari peran PGRI NTT, dan pemda untuk mencari win-win solusi, demi kepentingan pendidikan,” ungkapnya.

Terkait ancaman demonstrasi, Ketua PGRI NTT juga menegaskan, pihaknya mengedepankan pola dialogis dan akan menempuh jalur konstitusi.

Karena ketika ada demonstrasi, maka akan mengganggu keamanan dan ketertiban, serta perekonomian masyarakat.

“Pada intinya PGRI NTT mengedepankan aspek sosiologis yaitu dengan cara dialog dan aspek konstitusional,” pungkasnya. (*)