Bagi Aplonia, kunci kemajuan Rote Ndao terletak pada pendidikan. Ia menilai anak-anak di daerah kepulauan itu membutuhkan dukungan yang sangat tinggi untuk bisa terus melanjutkan sekolah.

“Anak-anak harus mendapat dukungan yang sangat tinggi untuk tetap melanjutkan pendidikan,” tegasnya.

Proses membawa gagasan baru tentu tidak selalu mudah. Ia mengakui adanya resistensi sosial ketika mencoba perlahan-lahan menyamakan pandangan masyarakat tentang pentingnya membangun daerah. Karena itu, ia memanfaatkan setiap ruang komunikasi terbuka dengan pemerintah daerah untuk membangun kolaborasi.

Di mata Aplonia, pengabdian bukanlah slogan. Pengabdian adalah keberanian menjawab suara hati secara jujur.
“Makna pengabdian bagi saya adalah menjawab nurani secara jujur,” ucapnya.

Sebagai alumni LPDP dari daerah afirmasi, Aplonia menyadari tanggung jawab moral yang melekat pada dirinya dan para penerima beasiswa negara lainnya. Ia berharap semakin banyak anak muda NTT berani bermimpi menembus batas.

“Sekolah dan belajarlah. Jika kita berpendidikan, kita akan membantu orang dengan kualitas yang lebih baik,” pesannya.