Sebagai daerah kepulauan, Rote Ndao juga menghadapi persoalan klasik. Keterlambatan distribusi BBM, misalnya, kerap menghambat aktivitas warga. Ketimpangan kebijakan pusat pun sangat terasa di wilayah paling selatan Indonesia itu.
Meski demikian, ia tak memilih menyerah. Di sektor pendidikan yang kini ia tekuni, Aplonia membentuk sejumlah komunitas sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak dan generasi muda.
Ia mendirikan Rote Science Club dan Rote Chess Club, serta mengelola Komunitas Rote Bergerak yang kini berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia juga menjadi mentor Komunitas English Assistance Rote yang membantu banyak warga NTT belajar Bahasa Inggris melalui grup WhatsApp.
Tak hanya itu, ia terlibat dalam Relawan Peduli Sampah Rote yang tengah menyiapkan penerapan program Ecolitera di Rote Ndao.
“Komunitas-komunitas ini bersinergi dengan orang-orang Rote yang hebat. Kami juga terlibat dalam tim pendataan PLTS yang didukung Bapak Bupati Rote Ndao,” bebernya.
Membangun dari Pendidikan





Tinggalkan Balasan