Pengalaman studi di Amerika Serikat memberinya perspektif baru tentang pembangunan. Salah satu pelajaran paling berkesan yang ia dapatkan bukan semata soal sistem yang canggih, melainkan budaya menghargai hal-hal kecil.

“Saya melihat budaya luar negeri yang sangat maju dan modalnya sederhana yakni saling menghargai hal-hal kecil,” katanya.

Nilai integritas dan keberanian mengadvokasi kebenaran menjadi fondasi cara pandangnya dalam membangun daerah. Ia ingin menghadirkan kualitas kerja yang tinggi sebagai bentuk penghormatan pada diri sendiri dan orang lain.

“Dengan menghormati diri sendiri melalui kualitas kerja yang tinggi, kita juga bisa menghormati orang lain dengan kualitas yang sama,” jelasnya.

Jejaring alumni LPDP juga menjadi ruang saling menguatkan. Ia dan sesama awardee aktif berdiskusi mengenai persoalan di daerah masing-masing serta berbagi informasi untuk mencari solusi bersama.

Namun, kepulangan ke tanah air tak sepenuhnya berjalan mulus. Tantangan terbesar yang ia hadapi justru ketika menyadari praktik korupsi yang masih kental dalam sistem di Indonesia. “Ini menghancurkan hati saya,” ungkapnya jujur.