Komandan Menwa Mahadana NTT periode 2025–2028, Fahmi Haji Abdullahi, menyatakan jabatan yang diembannya merupakan tanggung jawab moral dan kebangsaan yang harus dijalankan secara profesional sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional.
“Menwa bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi bagian dari komponen pendukung pertahanan negara. Kami berkomitmen menjadikan Menwa organisasi yang profesional, modern, adaptif, dan tetap berakar pada nilai patriotisme serta kedisiplinan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena juga dikukuhkan sebagai anggota kehormatan Resimen Mahasiswa Mahadana. Pengukuhan ditandai dengan penyematan baret ungu oleh Ahmad Riza Patria sebagai simbol sinergi antara pemerintah daerah dan komponen cadangan pertahanan negara. (rdt/ab)





Tinggalkan Balasan