Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ahmad Riza Patria dalam kapasitasnya sebagai Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI sekaligus Dankonas Menwa. Menurutnya, kehadiran pimpinan nasional Menwa tersebut menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap pembinaan generasi muda di daerah perbatasan seperti NTT.
Sementara itu, Ahmad Riza Patria dalam sambutannya memaparkan sejarah Resimen Mahasiswa Indonesia yang digagas pada 1959 oleh Jenderal A.H. Nasution untuk memperkuat komponen cadangan pertahanan negara di tengah luasnya wilayah Indonesia dan keterbatasan personel.
“Menwa harus setia pada kepentingan besar negara dan memberi dampak nyata bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. Kini Menwa juga harus hadir mendampingi program pemerintah hingga ke pelosok desa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan anggota Menwa untuk tetap menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik, sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang berwawasan luas, kreatif, mandiri, serta berjiwa patriot.
Rektor Universitas Nusa Cendana, Jefri S. Bale, turut menyampaikan harapannya agar Menwa Mahadana tetap adaptif menghadapi dinamika perubahan serta menjaga keseimbangan antara tugas akademik dan pengabdian organisasi.
“Menwa harus tetap fokus menyelesaikan studi tepat waktu dan menghasilkan karya akademik yang bermutu, sekaligus menjadi kader penggerak perubahan dan meningkatkan sinergi dalam pembangunan hingga ke desa-desa,” ujarnya.
Komandan Menwa Mahadana NTT periode 2025–2028, Fahmi Haji Abdullahi, menyatakan jabatan yang diembannya merupakan tanggung jawab moral dan kebangsaan yang harus dijalankan secara profesional sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional.
“Menwa bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi bagian dari komponen pendukung pertahanan negara. Kami berkomitmen menjadikan Menwa organisasi yang profesional, modern, adaptif, dan tetap berakar pada nilai patriotisme serta kedisiplinan,” tegasnya.







Tinggalkan Balasan