Sementara itu, Ahmad Riza Patria dalam sambutannya memaparkan sejarah Resimen Mahasiswa Indonesia yang digagas pada 1959 oleh Jenderal A.H. Nasution untuk memperkuat komponen cadangan pertahanan negara di tengah luasnya wilayah Indonesia dan keterbatasan personel.

“Menwa harus setia pada kepentingan besar negara dan memberi dampak nyata bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. Kini Menwa juga harus hadir mendampingi program pemerintah hingga ke pelosok desa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan anggota Menwa untuk tetap menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik, sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang berwawasan luas, kreatif, mandiri, serta berjiwa patriot.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Jefri S. Bale, turut menyampaikan harapannya agar Menwa Mahadana tetap adaptif menghadapi dinamika perubahan serta menjaga keseimbangan antara tugas akademik dan pengabdian organisasi.

“Menwa harus tetap fokus menyelesaikan studi tepat waktu dan menghasilkan karya akademik yang bermutu, sekaligus menjadi kader penggerak perubahan dan meningkatkan sinergi dalam pembangunan hingga ke desa-desa,” ujarnya.