Dalam kesempatan itu, Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Ngada, Wilbrordus Siga, S.E., menyampaikan harapannya agar kegiatan pendampingan ini dapat berlanjut dan berkembang. Ia menyoroti keberadaan fasilitas SMK Perikanan yang relatif lengkap, namun belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan teknis.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Ngada, Ny. Blandina Mamo Bena. Ia menilai kegiatan sosialisasi pengolahan ikan sangat bermanfaat, khususnya bagi para ibu, dalam meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan ikan sebagai sumber gizi keluarga. Pengolahan ikan berbasis potensi lokal dinilai sebagai langkah nyata untuk mendukung pencegahan stunting dan mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan sejahtera.
Ketua tim pengabdian, Ivonne Milichristi Radjawane, menegaskan bahwa keberhasilan program terletak pada sinergi yang terbangun antara akademisi, pembuat kebijakan, pelaksana kebijakan, dan masyarakat. Menurutnya, kedekatan dan partisipasi aktif seluruh pihak menjadi modal penting dalam mengatasi stunting sekaligus meningkatkan nilai tambah produk olahan perikanan di Ngada.





Tinggalkan Balasan