Ketua tim pengabdian, Ivonne Milichristi Radjawane, menegaskan bahwa keberhasilan program terletak pada sinergi yang terbangun antara akademisi, pembuat kebijakan, pelaksana kebijakan, dan masyarakat. Menurutnya, kedekatan dan partisipasi aktif seluruh pihak menjadi modal penting dalam mengatasi stunting sekaligus meningkatkan nilai tambah produk olahan perikanan di Ngada.
Ke depan, Kabupaten Ngada diharapkan mampu mengembangkan pengolahan produk perikanan secara berkelanjutan sebagai salah satu pilar utama penurunan stunting. Pemanfaatan ikan lokal yang diolah menjadi pangan bergizi, aman, dan terjangkau dapat meningkatkan asupan protein hewani bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.
Lebih dari sekadar meningkatkan nilai ekonomi, pengolahan perikanan yang terarah dan berkesinambungan berpotensi menjadi solusi konkret dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting secara signifikan. (*/ab)







Tinggalkan Balasan