Dampak kebijakan berbasis masyarakat inilah yang menjadi salah satu indikator keberhasilan program, meskipun tetap memerlukan pemantauan jangka panjang.
Memasuki Januari 2026, kegiatan berlanjut dengan fokus pada diversifikasi produk olahan ikan lele dan tongkol sebagai strategi pencegahan stunting di Bajawa.

Dinas Kelautan dan Perikanan setempat menyoroti bahwa rendahnya tingkat pengolahan ikan masih menjadi kendala utama pengembangan sektor perikanan lokal. Kurangnya keterampilan teknologi pengolahan menyebabkan hasil tangkapan dan budidaya belum mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat.

Sosialisasi dan pelatihan pengolahan ikan yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Rumah Bupati Kabupaten Ngada, menjadi ruang pembelajaran bersama antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kegiatan ini mengombinasikan penyampaian konsep teoritis dengan praktik langsung pengolahan ikan berbasis potensi lokal. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Ngada, jajaran Dinas Perikanan, serta perwakilan PKK dari berbagai wilayah.