Melalui IGA 2026, diluncurkan empat pranata korektif nasional, yakni Pranata Sawit, Pranata Tambang, Pranata Energi dan Ketenagalistrikan, serta PROPER Bank Sampah, sebagai upaya mendorong implementasi CSR dan ESG menjadi arsitektur mitigasi risiko berbasis lokasi dan verifikasi lapangan.
Founder & Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, menegaskan bahwa ESG harus dijalankan secara menyeluruh melalui empat pilar La Tofi ESG Rating, yang diperkuat dengan kesiapsiagaan kemanusiaan serta perlindungan nilai ekonomi.
“ESG harus melindungi manusia, memulihkan alam, sekaligus memproteksi nilai ekonomi. Inilah koreksi peradaban yang kami dorong melalui Indonesia Green Awards 2026,” ujar La Tofi.
Pada malam penganugerahan tersebut, PT PLN (Persero) juga menerima penghargaan sebagai National Energy Decarbonization Frontliner 2026, atas perannya dalam mendorong transisi ketenagalistrikan nasional melalui Green RUPTL, percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), penguatan ekosistem kendaraan listrik, serta optimalisasi pembiayaan hijau (green financing). (Humas PLN)





Tinggalkan Balasan