Dr. Lery Rupidara juga menegaskan bahwa, Koperasi Merah Putih bukan hanya wadah ekonomi, tetapi juga institusi sosial yang membawa nilai solidaritas, gotong royong, serta saling membantu.
“Koperasi hadir untuk menjawab persoalan sosial seperti ketimpangan pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang lambat, kemiskinan, pengangguran, hingga rendahnya pendapatan masyarakat,” tegasnya.
Ia optimistis, gerakan ini akan berjalan baik di NTT, mengingat budaya koperasi bukan hal baru bagi masyarakat. “Bahkan, jumlah anggota koperasi di NTT saat ini telah mencapai jutaan orang,” pungkasnya. (*)
Halaman



Tinggalkan Balasan