“Tidak ada ASN jatuh miskin karena seratus ribu. Dengan kebijakan ini, perputaran uang bisa mencapai Rp11 miliar per bulan,” ujarnya.
Melki juga meminta produk unggulan TTS disiapkan menghadapi rencana kunjungan Presiden Republik Demokratik Timor Leste yang akan merayakan ulang tahun di TTS pada 26 Desember 2025.
Paket oleh-oleh bernilai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu diminta untuk disiapkan di NTT Mart sebagai bagian dari promosi produk lokal.
Gubernur juga memaparkan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTT mencapai Rp2,2 triliun bagi lebih dari 300 ribu UMKM.
Ia meminta sekolah tingkat SMA/SMK mengembangkan One School One Product (OSOP) yang wajib dipasarkan lewat NTT Mart.
Selain itu, Melki memanfaatkan jaringannya sebagai Wakil Ketua Umum DPP Golkar untuk membuka pasar produk NTT di Papua dan provinsi lain yang memiliki kedekatan budaya dan minat tinggi terhadap kain Timor.
Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi atas peresmian NTT Mart yang disebutnya dikerjakan dengan semangat gotong royong. “Gedung ini dipercantik hanya dalam tiga hari. Ini kerja luar biasa,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan