Kerja sama ini diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Melki secara resmi membuka NTT Mart Belu dengan memohon restu masyarakat dan berkat Tuhan Yang Maha Esa.

Bupati Belu Willybrodus Lay menegaskan bahwa NTT Mart merupakan langkah strategis memperluas pemasaran produk lokal di perbatasan.

“Dengan penduduk NTT lima juta jiwa, sudah selayaknya hadir pasar modern khusus untuk produk lokal,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Atambua dipilih sebagai lokasi launching pertama karena berada di jalur utama perjalanan warga Timor Leste menuju Kupang.

“Setiap hari ada 5–7 bus dari Timor Leste yang selalu singgah makan siang di Atambua. Dengan kondisi ini, NTT Mart bisa menjadi pusat perhentian dan belanja produk lokal,” jelasnya.

Bupati mengusulkan agar lokasi tersebut dikembangkan menjadi rest area perbatasan lengkap dengan pujasera kuliner khas NTT.

Ia juga memuji kerja cepat Dinas Perindag dan Dekranasda Belu dalam menyiapkan lokasi yang awalnya masih banyak kerusakan.