Gubernur Melki mengapresiasi inovasi pelajar SMK, termasuk kompor induksi buatan siswa SMK 4 Kupang yang akan didorong masuk ke NTT Mart.

Ia meminta penguatan program One School One Product (OSOP) dan One Community One Product (OCOP) sebagai penggerak ekonomi dari akar rumput.

Sebagai wilayah perbatasan, standar produk Belu harus lebih tinggi. Karena itu, pemerintah akan melibatkan Balai POM dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Belu adalah gerbang internasional Indonesia–Timor Leste. Produk UMKM harus memenuhi standar nasional dan internasional,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong kabupaten/kota mengusulkan UMKM yang layak untuk memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI, Bank Mandiri, maupun Bank NTT.

“Dana KUR nasional ratusan triliun harus dimanfaatkan untuk menggerakkan UMKM NTT. Masyarakat jangan takut mengakses modal,” katanya.

Ia turut mengungkap rencana kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTT dan Tiongkok, seperti pembangunan Pusat Bahasa Mandarin Indonesia Timur di Kupang, kerja sama sister city Belu–Jinggangshan, peluang investasi pengolahan kayu, serta pengembangan desa wisata.