“Setelah RUPS Bank NTT, kami akan langsung membuka proses seleksi direksi dan komisaris Jamkrida. Kami akan melibatkan berbagai pihak, baik dari internal maupun eksternal, termasuk kemungkinan dari Bank NTT. Kalau ada orang Jamkrida yang dari luar yang bisa jadi komisaris, kita buka. Pokoknya dari berbagai perspektif, yang pentingnya (Jamkrida) lari lebih cepat saja. ” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Melki Laka Lena juga menilai, Jamkrida NTT selama ini berperan penting, dalam menjamin berbagai kredit di daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami ingin Jamkrida tidak hanya fokus pada jaminan besar, tetapi juga memperluas dukungan bagi UMKM. Seperti Jamkrida Bali yang total penjaminannya mencapai Rp27 triliun dan membantu 200 ribu UMKM, kami ingin Jamkrida NTT bisa meniru capaian itu,” katanya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Jamkrida NTT, Dr. Frits Fanggidae, menambahkan bahwa, kinerja Jamkrida NTT pada tahun 2024 cukup baik dengan kontribusi dividen sebesar Rp7,4 miliar.