Dalam kunjungan tersebut, para wartawan juga meninjau langsung lokasi manifestasi panas bumi di sekitar PLTP. Manifestasi ditandai dengan aroma belerang, lumpur panas, dan suara gemuruh dari bawah tanah—menunjukkan adanya potensi sumber energi panas bumi. Di sekitarnya, lahan pertanian warga tetap tumbuh subur dan produktif.

Para jurnalis berkesempatan berbincang dengan petani lokal, Marselinus Gone, yang tengah mempersiapkan lahan untuk menanam cabai. Ia menegaskan bahwa aktivitas panas bumi tidak memengaruhi kegiatan pertanian warga.

“Buktinya tanaman tumbuh, ternak sehat, air sungai juga baik-baik saja. Tidak ada masalah dengan kesehatan,” katanya.

Warga Desa Ulubelu, Emerensiana Wawo, menambahkan bahwa masyarakat kini justru merasakan manfaat ekonomi dan sosial dari proyek PLTP Mataloko. Menurutnya, PLN selalu membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Hasil ternak dan sayuran kami tetap subur dan laku di pasar. PLN selalu hadir membantu dan siap melayani kami,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Adat sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Nua Wogo, Yohanes Baghi, menyampaikan apresiasi kepada PLN yang selalu melibatkan masyarakat adat dalam proses pembangunan.

“Kami percaya pemerintah dan PLN sudah memikirkan yang terbaik. Kami sudah merasakan manfaatnya dan siap mendukung program ini,” ujar Yohanes.

Wartawan Mediator Kupang, Stanley Boymau, yang ikut dalam kunjungan tersebut, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai proyek geothermal di Mataloko.

“Dengan melihat langsung, kami tahu bahwa masyarakat di sini tidak seragam dalam pandangan. Ada yang menolak, tapi kelompok besar justru mendukung karena sudah merasakan manfaat ekonomi dan berharap proyek ini segera selesai,” ujarnya.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa pelibatan media dalam kegiatan pengembangan infrastruktur kelistrikan merupakan bagian penting dari strategi PLN membangun komunikasi publik yang sehat dan berimbang.

“Dengan melibatkan media, kami ingin memastikan masyarakat mendapat informasi yang benar dan lengkap tentang apa yang sedang kami kerjakan di Mataloko,” kata Rizki. (Humas PLN)