Ia menjelaskan bahwa Tata Ruang bukan hanya perencanaan tapi tempat untuk berinvestasi. “Kalau tidak ditata dengan baik, maka tempatnya akan menjadi kumuh. Contohnya Labuan Bajo dan kabupaten tetangga disekitarnya harus ada konsep pertanian yang baik, agar suplai barang-barangnya bisa juga dari kabupaten sekitar. Ini yang perlu ditata secara baik dan rapi dan akan jadi investasi masa depan,” jelas Najib.
Ia menambahkan pembangunan juga tetap dengan memperhatikan hutan lindung dan pengelolaan sumber daya lainnya. “Ketidaksesuaian pembangunan tata ruang juga kita harus perhatikan. Sehingga dampak seperti banjir konflik wilayah / sosial bisa kita hindari dan polemik-polemik lainnya juga bisa dicegah,” tambahnya.
“Kita juga perlu memperhatikan akselerasi perencanaan ruang, sinkronisasi penataan ruang sehingga diperlukan sinergitas secara bersama dan harus terus melakukan monitoring ruang terbuka hijau agar pemanfaatan infrastruktur tepat sasaran dengan menghubungkan seluruh potensi yang ada di tiga wilayah ini,” jelasnya.



Tinggalkan Balasan