“Forum ini bagus sekali walaupun ini masih soft closing ada beberapa soal yang perlu kita bahas bersama, mulai dari ahli fungsi lahan yang tidak terkendali, keterbatasan kapasitas daerah seperti Sumber Daya Menusia (SDM), kelembagaan, anggaran, serta koordinasi antar Perangkat Daerah masih menjadi tantangan dalam penyusunan dan pengawasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) serta kesenjangan regulasi antara regulasi dan daerah dan pusat serta partisipasi masyarakat yang terbatas juga dinamika pengaturan baru pasca Omnibus Law / UU Cipta Kerja, ” jelas Melki.
Lebih lanjut Gubernur NTT juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang menaruh perhatian penting bagi kawasan Bali – Nusra, dimana program strategis ini harus didorong sehingga pengembangan kawasan ekonomi perbatasan juga dapat diperhatikan.
“Kami juga terus mendorong untuk pariwisata berkelanjutan dan diharapkan adanya pengembangan kawasan ekonomi khusus di wilayah perbatasan NTT dengan Timor Leste, sehingga saya mengusulkan di wilayah perbatasan ini perlu mendapat perhatian serius guna meningkatkan ekonomi di wilayah perbatasan tersebut”, ungkap Gubernur Melki



Tinggalkan Balasan