“Dari forum ini, kita dapat berbagai inovasi daerah terbaru dari wilayah maju untuk dimanfaatkan di daerah kita masing-masing dan mari kita jadikan forum ini sebagai ajang kolaborasi nyata untuk merumuskan solusi spasial bagi pembangunan wilayah yang lebih adil dan efisien yang tentunya ke depannya harus kita aplikasikan”, harap Sesmenko Ayodhia.

Sedangkan Najib Faizal selaku Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah Agraria dan Tata Ruang dalam laporannya menjelaskan Bali – Nusra mempunyai target laju pertumbuhan ekonomi PDRB perkapita dimana dalam RPJMN menjadi “superhub” ekonomi dan pariwisata dan berbagai bidang unggulan lainnya yang harus diwujudkan.

“Contohnya Labuan Bajo yang merupakan pusat kegiatan nasional juga “superhub” pariwisata, memilikinya kebutuhan dasar manusia / supply chain yaitu bahan makan dan kebutuhan pokok lainnya harus dari sini atau wilayah sekitar, jangan impor dari luar. Sehingga kita dorong ada kawasan pertanian di daerah Flores yang tujuannya untuk menyuplai kebutuhan tersebut”, ujarnya.