SMK Negeri 1 Sabu Barat juga menunjukkan praktik serupa. Di jurusan Peternakan Air Tawar, siswa beternak ikan lele dan hasil penjualannya digunakan untuk membiayai kebutuhan sekolah mereka.

Sementara dari SMK Negeri Situmean di Kabupaten Malaka, Kepala Sekolah melaporkan bahwa sekolah mereka benar-benar gratis, tanpa pungutan apa pun. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat sekitar yang sangat memprihatinkan. Sekolah memberdayakan siswa melalui ternak kambing dan budidaya ayam lokal untuk menopang kegiatan belajar mengajar.

Kemudian contoh lain dari Kota Kupang, SLB Asuhan Kasih juga menerapkan konsep sekolah gratis, baik di sekolah maupun di asrama. SLB ini membekali peserta didiknya dengan keterampilan tata boga dan tata busana. Tata boga dikembangkan melalui pesanan makanan untuk kegiatan pesta dan rapat instansi, sementara tata busana dilakukan melalui produksi dan penjualan pakaian bermotif daerah.

Menanggapi pengalaman yang dibagikan oleh lima sekolah yang telah berhasil menerapkan konsep sekolah gratis, Gubernur Melki memberikan apresiasi serta penegasan penting mengenai arah pengembangan sekolah ke depan.