“Jadi kita tidak DO (Drop Out). Tapi kita memfasilitasi kepindahan ke sekolah reguler, dan menggantikan dengan atlet yang lain,” jelasnya.
Hironimus menambahkan, kuota atlet pelajar untuk SKO sangat terbatas, di tengah komitmen untuk melahirkan atlet-atlet yang berprestasi guna menghadapi PON 2028. (*)
Halaman



Tinggalkan Balasan