Semua upaya ini, bertujuan untuk mengoptimalkan dan menghilirisasi sumber daya alam non-tambang secara berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global dengan kebijakan pembangunan yang berpihak pada rakyat.
“Dalam seluruh ikhtiar ini, kami membutuhkan dukungan moral, spiritual, dan sosial dari semua pihak, terutama Gereja Katolik. Sebab, masalah stunting, kemiskinan, dan perdagangan orang bukan semata isu teknokratis, tetapi adalah persoalan kemanusiaan yang menuntut keterlibatan dan aksi kolektif dalam semangat solidaritasdankolaborasi,” jelasnya.
Waketum DPP Partai Golkar itu mengajak semua pihak termasuk Gereja, pemerintah, masyarakat sipil, dan seluruh elemen bangsa, untuk menjadikan Nusa Tenggara Timur sebagai contoh nasional dalam reformasi tata kelola migrasi tenaga kerja.
NTT, kata Laka Lena, bukan lagi sebagai daerah yang dikenal karena darurat perdagangan orang, atau cerita pilu para PMI, tetapi sebagai lumbung tenaga kerja unggulan yang sah, terampil, dan dihormati baik di dalam negeri maupun di luar negeri.



Tinggalkan Balasan