“Beberapa hari lalu, saya berkesempatan meresmikan GG Mart, toko pangan milik Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) yang menjadi ruang pemasaran bagi produk-produk UMKM jemaat. Ketika Pemerintah baru merencanakan pendirian NTT Mart, GMIT sudah mengambil langkah lebih dahulu. Ini adalah teladan baik dari gereja yang memberdayakan, bukan sekadar melayani,” terangnya.
Ia juga turut menghadiri kegiatan Lentera Ekonomi Syariah NTT, sebagai bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia,yang menghadirkan komunitas pesantren sebagai pelaku ekosistem ekonomi inklusif berbasis lokal.
“Saya percaya bahwa seluruh lembaga keagamaan, termasuk Gereja Katolik, memiliki potensi besar untuk mendorong dan memfasilitasi model-model pemberdayaan serupa. Melalui kerja sama dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kita bisa mengangkat kualitas produk UMKM NTT ke panggung nasional dan internasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan menekan angka migrasi non-prosedural secara nyata,” ungkapnya.



Tinggalkan Balasan