Pemerintah provinsi, lanjutnya, terus bekerja keras untuk menghadirkan investasi strategis ke NTT, sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan.

“Pada bulan Maret lalu, saya bersama para Bupati dan Wali Kota melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kementerian dan lembaga, serta bertemu dengan pelaku usaha untuk mendorong dukungan konkret bagi pembangunan daerah. Salah satu inisiatif besar yang kini kami jalankan adalah pengembangan Kawasan Industri Garam Nasional (K- SIGN) di bawah dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tuturnya.

Kawasan K-SIGN ini, jelas Gubernur Melki, ditargetkan untuk mendukung swasembada garam nasional tahun 2027, dengan total investasi mencapai Rp1,6 triliun dan kapasitas produksi hingga 3 juta ton per tahun.

“Selain itu, kami juga telah menandatangani kerja sama dengan perusahaan energi asal Prancis, PT HDF Energy Indonesia, untuk membangun ekosistem energi hidrogen hijau di NTT, melalui investasi sebesar Rp9,6 triliun, delapan pembangkit listrik berbasis teknologi Renewstable akan dikembangkan di berbagai wilayah NTT,” ujarnya.