Oleh: Kevin Thonak dan Dr. Syukur Muhaymin Adang Djaha, S.Sos., M.A.P.
Di zaman digital seperti sekarang, aparatur sipil negara (ASN) menghadapi tantangan baru yang tidak hanya soal kemampuan teknologi, tetapi juga etika dan profesionalisme. Teknologi seharusnya menjadi sarana mempercepat pelayanan publik dan meningkatkan kualitas birokrasi, bukan justru melemahkan nilai-nilai integritas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Sayangnya, masih ada sejumlah ASN yang belum siap secara mental dan etis dalam menghadapi era digital. Contohnya, penggunaan media sosial oleh ASN di beberapa daerah terkadang tidak mencerminkan netralitas dan sikap profesional. Ada yang membagikan informasi belum jelas kebenarannya, bahkan ikut berpolitik praktis secara terbuka.
Menurut pengamatan masyarakat, hal ini bisa menimbulkan kebingungan dan mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Padahal, ASN harus menjadi teladan dalam menjaga netralitas, etika, dan disiplin kerja, baik di dunia nyata maupun dunia maya.



Tinggalkan Balasan