“Kami melihat negara-negara dengan luas tanah yang besar seperti Australia dan New Zeland, kalau Pak Gubernur dan Pak Wagub izinkan kami sedikit saran, perjalanan kami dari kota ke kota sejauh ratusan kilometer, semua lahan sudah dipagar baik untuk ternak domba maupun sapi. Bahkan perkebunan jenis tanaman untuk industri minyak, atau rumput-rumput yang akan digunakan untuk makanan sapi dan domba,” tuturnya.
Ia mencontohkan farm milik keluarganya di New Zeland seluas 200 hektar, di mana lahan tersebut sebagian disewakan, dan sebagian dipakai untuk pengembangan ternak domba dan sapi. Ia menyebut, susu yang dijual sangat laku, serta sistem penyiraman rumput untuk pakan dibuat secara mobile, sehingga sekali jalan, seluruh lahan bisa langsung tersiram.
“NTT sangat bisa seperti itu. Apalagi dengan pengalaman Pak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, yang level pengalaman sudah nasional dan banyak tahu tentang ini. Tolong bentuk tim survei lahan dan tim kerja sama. Setelah disurvei, selanjutnya tim kerja sama, yang bisa menawarkan kepada investor yang tepat. Karena kalau menunggu investor yang datang survei, tentu menunggu waktu yang panjang dan susah,” ucapnya.



Tinggalkan Balasan