Dalam terang Paskah, rekonsiliasi bukanlah sikap lemah, tetapi sebuah kekuatan moral untuk memulihkan luka sosial. Indonesia butuh lebih banyak ruang dialog ketimbang ruang debat, lebih banyak gerakan kolaboratif ketimbang kontestasi penuh kebencian. Masyarakat harus lebih kritis dalam menyikapi informasi, tidak mudah terprovokasi oleh politik identitas, dan berani terlibat aktif menjaga kohesi sosial. Dalam konteks demokrasi, Paskah dapat menjadi cermin untuk menumbuhkan harapan baru dalam kehidupan politik Indonesia.
Demokrasi yang sehat tidak berhenti pada pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil. Ia harus menjelma menjadi sistem yang melahirkan pemimpin berintegritas, berpihak pada rakyat kecil, dan memiliki komitmen terhadap tata kelola yang transparan serta akuntabel. Kebangkitan politik Indonesia harus menjadi kebangkitan etika, bukan sekadar regenerasi kekuasaan. Tidak kalah penting adalah kebangkitan dalam sektor pendidikan dan kebudayaan. Dua bidang ini merupakan tiang penyangga kemajuan bangsa.



Tinggalkan Balasan